SURABAYA, PustakaJC.co – PT Bridgestone Tire Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya menggarap pasar otomotif Jawa Timur dengan menghadirkan berbagai lini ban unggulan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 di Grand City Surabaya, 26–31 Mei 2026.
Keikutsertaan ini menjadi tahun kedua Bridgestone dipercaya sebagai official tire partner IIMS Surabaya sekaligus bagian dari perayaan 50 tahun perusahaan tersebut hadir di Indonesia. Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (29/5/2026).
Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah strategis bagi pertumbuhan industri otomotif nasional.
“Selama 50 tahun hadir di Indonesia, selain fokus menghadirkan produk ban berkualitas global, kami juga terus membangun kedekatan dan kepercayaan konsumen di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur,” ujarnya, Kamis (28/5).
Menurutnya, potensi pasar kendaraan di Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan data BPS, jumlah mobil penumpang di provinsi tersebut pada 2025 telah menembus lebih dari 5,5 juta unit.
Dalam pameran ini, Bridgestone menghadirkan sejumlah ban penumpang unggulan seperti Turanza 6 dan Ecopia EP300 yang telah dibekali teknologi ENLITEN dan mendukung kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Tak hanya itu, Bridgestone juga membawa Dueler A/T002 untuk kebutuhan SUV dan MPV dengan performa optimal di berbagai kondisi jalan.
Sementara untuk sektor kendaraan komersial, Bridgestone menampilkan lini ban M858, R172, dan R154 yang dirancang untuk dump truck, light truck hingga heavy duty truck.
Selain memperkenalkan inovasi produk, Bridgestone juga terus memperluas jaringan distribusi dan layanan ritelnya di kota-kota tier 2 dan 3 di Jawa Timur.
Saat ini, perusahaan tersebut telah didukung 40 Toko Model (TOMO) jaringan ritel resmi dan satu Bridgestone Truck Tire Center (BTTC) di berbagai wilayah strategis Jawa Timur.
“Partisipasi di IIMS Surabaya 2026 ini menjadi komitmen kami untuk semakin dekat dengan konsumen sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional,” tutup Mukiat. (ivan)