JMSI Jatim Perkuat Komitmen Pers Profesional Lewat Pelantikan dan FGD

komunitas | 03 Juni 2026 08:12

JMSI Jatim Perkuat Komitmen Pers Profesional Lewat Pelantikan dan FGD
Pengurus JMSI Jatim audiensi dengan Kadiskominfo Jatim di Kantor Diskominfo Jatim. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat profesionalisme pers melalui pelantikan pengurus periode 2025-2030 yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik”. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Grand Mercure Hotel Surabaya pada 10 Juni 2026.

 

Sebagai bagian dari persiapan, panitia bersama jajaran pengurus JMSI Jatim melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur. Rombongan diterima langsung Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, di kantornya, Selasa, (2/6/2026).

 

Sebelumnya, pengurus JMSI Jatim juga bersilaturahmi dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Audiensi tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi sekaligus menyampaikan agenda pelantikan dan FGD yang akan menjadi forum diskusi mengenai tantangan media siber di era digital. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (3/6/2026).

 

Ketua Panitia Pelantikan JMSI Jatim, Supardi Hardy, mengatakan pihaknya telah mengundang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk hadir sebagai keynote speaker. Selain itu, pimpinan Dewan Pers, Ketua JMSI Pusat, serta akademisi bidang komunikasi media digital dari Universitas Trunojoyo Madura juga dijadwalkan menjadi narasumber.

 

“Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar. Alhamdulillah, para narasumber yang diundang telah mengonfirmasi kehadirannya,” ujar Supardi.

 

 

 

Dalam audiensi tersebut, Sherlita Ratna Dewi Agustin mengapresiasi langkah JMSI Jatim yang tidak hanya menggelar pelantikan organisasi, tetapi juga menghadirkan forum diskusi yang membahas profesionalisme pers dan perlindungan kepentingan publik.

 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan media sangat penting dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di ruang digital. Karena itu, ia mengajak JMSI Jatim untuk bersinergi dengan Klinik Hoaks Jawa Timur yang dikelola Diskominfo Jatim.

 

“Silakan JMSI memanfaatkan Klinik Hoaks Jawa Timur untuk berbagai kegiatan edukasi, seminar, FGD maupun kolaborasi lainnya dalam memerangi hoaks,” ujarnya.

 

Klinik Hoaks Jawa Timur merupakan platform yang berfungsi memverifikasi kebenaran informasi sekaligus membantu masyarakat menghadapi hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang beredar di media digital.

 

Ketua JMSI Jatim, Syaiful Anam, menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, kerja sama antara media dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

 

“Kami siap bersinergi dengan Diskominfo Jatim. Selama ini berbagai kegiatan JMSI juga melibatkan Diskominfo sebagai mitra strategis,” katanya.

 

 

 

Syaiful menegaskan, pelantikan pengurus JMSI Jatim kali ini bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat arah organisasi dalam mendorong lahirnya media siber yang profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.

 

Ia juga menjelaskan bahwa sekitar 80 persen pengurus JMSI Jatim periode terbaru merupakan wajah-wajah baru yang berasal dari kalangan muda. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses kaderisasi sekaligus regenerasi organisasi.

 

“Jika sebelumnya kepengurusan didominasi dari Surabaya, kini unsur pengurus berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur sehingga lebih representatif,” ujarnya.

 

Pelaksanaan pelantikan dan FGD JMSI Jatim mendapat dukungan dari berbagai perusahaan BUMN maupun swasta, mulai dari sektor energi, industri, pelabuhan, telekomunikasi, transportasi hingga perbankan.

 

Sebagai rangkaian acara, JMSI Jatim juga akan memberikan JMSI Award kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Jawa Timur serta kemajuan industri media siber. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan peran nyata para tokoh dalam mendorong pembangunan daerah dan penguatan ekosistem informasi yang sehat. (ivan)