Syaiful menegaskan, pelantikan pengurus JMSI Jatim kali ini bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat arah organisasi dalam mendorong lahirnya media siber yang profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga menjelaskan bahwa sekitar 80 persen pengurus JMSI Jatim periode terbaru merupakan wajah-wajah baru yang berasal dari kalangan muda. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses kaderisasi sekaligus regenerasi organisasi.
“Jika sebelumnya kepengurusan didominasi dari Surabaya, kini unsur pengurus berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur sehingga lebih representatif,” ujarnya.
Pelaksanaan pelantikan dan FGD JMSI Jatim mendapat dukungan dari berbagai perusahaan BUMN maupun swasta, mulai dari sektor energi, industri, pelabuhan, telekomunikasi, transportasi hingga perbankan.
Sebagai rangkaian acara, JMSI Jatim juga akan memberikan JMSI Award kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Jawa Timur serta kemajuan industri media siber. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan peran nyata para tokoh dalam mendorong pembangunan daerah dan penguatan ekosistem informasi yang sehat. (ivan)