Berbagai permainan tradisional menjadi daya tarik utama komunitas tersebut. Peserta diajak memainkan gobak sodor, bentengan, lompat tali hingga estafet hulahop yang kini mulai jarang dimainkan di lingkungan perkotaan.
Seluruh permainan dipandu panitia sehingga kegiatan tetap berjalan tertib meski diikuti peserta dalam jumlah besar.
Mayoritas peserta berasal dari kalangan Gen Z dan milenial yang ingin kembali merasakan suasana permainan masa kecil yang kini mulai tergeser oleh perkembangan teknologi digital.
"Pesertanya mulai anak usia tiga tahun sampai sekitar 40 tahun. Tapi memang yang paling banyak Gen Z dan milenial karena mereka ingin merasakan lagi permainan zaman kecil," ujarnya.