Mantan Ketua Percasi Surabaya sekaligus anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda terhadap olahraga catur. Ia menyebut sekitar 70 persen peserta yang mendaftar berasal dari kalangan pemula.
"Kalau dulu ada kekosongan, sekarang antusiasnya luar biasa. Ini ada greget, ada kemauan yang sangat besar dari anak-anak sekolah. Catur ini olahraga yang mencerdaskan, murah, tetapi tetap menuntut prestasi. Kami mencari bibit-bibit baru karena Surabaya ini barometernya catur Jawa Timur," katanya.
Menurut Budi, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga tradisi prestasi Surabaya sebagai salah satu daerah penghasil atlet catur terbaik di Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan semangat berprestasi.
"Kami mengapresiasi keikutsertaan adik-adik. Selamat berkompetisi, raih prestasi. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan menyerah. Terus semangat hingga ke tingkat nasional, syukur-syukur internasional," ujarnya.
Panitia memastikan bahwa ajang ini tidak berhenti pada pelaksanaan turnamen semata. Atlet-atlet yang menunjukkan potensi terbaik akan dipantau untuk mengikuti program pembinaan lanjutan melalui pemusatan latihan yang lebih intensif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi atlet secara berkelanjutan agar Surabaya terus melahirkan pecatur berkualitas yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (nov)