Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Wadah Pencarian Atlet Muda Berbakat

komunitas | 23 Juni 2026 21:34

Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Wadah Pencarian Atlet Muda Berbakat
Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Wadah Pencarian Atlet Muda Berbakat

SURABAYA, PustakaJC.co – Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pelajar dan pecatur daerah. Lebih dari seribu peserta ambil bagian dalam ajang yang digelar di Balai Pemuda Surabaya pada 22-25 Juni 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana menjaring sekaligus membina calon atlet catur potensial dari berbagai wilayah di Kota Pahlawan.

Ketua Pelaksana yang ditunjuk KONI Kota Surabaya, Hesnud Daulah, menjelaskan bahwa babak penyisihan dibagi selama tiga hari agar dapat mengakomodasi peserta dari seluruh kecamatan di Surabaya. Setiap kecamatan mengirimkan wakil terbaik pada kategori SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, dan SMP.

"Konsepnya adalah di tanggal 22 itu ada 10 kecamatan yang bertanding, tanggal 23 ada 10 kecamatan berbeda, dan Rabu 24 Juni ada 11 kecamatan dengan total atlet 600 peserta. Juara per kategori dari tiap kecamatan akan bertarung di grand final pada Kamis, 25 Juni," ujar Hesnud Daulah, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, sistem kompetisi berjenjang tersebut dirancang untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi para pelajar sekaligus memudahkan proses pencarian talenta catur dari seluruh penjuru Surabaya.

Setelah pertandingan kategori pelajar berakhir, rangkaian kegiatan akan berlanjut pada 27-28 Juni 2026 di Ballroom Choice City Hotel BG Junction Mall. Pada tahap ini, hampir 500 pecatur profesional dan master internasional akan berkompetisi dalam turnamen terbuka yang terdaftar di Federasi Catur Internasional (FIDE).

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari seribu orang dari berbagai kategori, penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu festival catur terbesar yang pernah digelar di Surabaya.

Mantan Ketua Percasi Surabaya sekaligus anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda terhadap olahraga catur. Ia menyebut sekitar 70 persen peserta yang mendaftar berasal dari kalangan pemula.

"Kalau dulu ada kekosongan, sekarang antusiasnya luar biasa. Ini ada greget, ada kemauan yang sangat besar dari anak-anak sekolah. Catur ini olahraga yang mencerdaskan, murah, tetapi tetap menuntut prestasi. Kami mencari bibit-bibit baru karena Surabaya ini barometernya catur Jawa Timur," katanya.

Menurut Budi, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga tradisi prestasi Surabaya sebagai salah satu daerah penghasil atlet catur terbaik di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan semangat berprestasi.

"Kami mengapresiasi keikutsertaan adik-adik. Selamat berkompetisi, raih prestasi. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan menyerah. Terus semangat hingga ke tingkat nasional, syukur-syukur internasional," ujarnya.

Panitia memastikan bahwa ajang ini tidak berhenti pada pelaksanaan turnamen semata. Atlet-atlet yang menunjukkan potensi terbaik akan dipantau untuk mengikuti program pembinaan lanjutan melalui pemusatan latihan yang lebih intensif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi atlet secara berkelanjutan agar Surabaya terus melahirkan pecatur berkualitas yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (nov)