Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai varietas unggul yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan seperti Inpari, Inpago, Situ Bagendit, Situ Patenggang, Pajajaran, serta sejumlah varietas genjah lainnya.
Di sisi adaptasi, petani didorong memanfaatkan teknologi hemat air, menggunakan varietas berumur pendek, mempercepat masa tanam setelah panen, serta menerapkan pola tanam yang lebih efisien.
Salah satu strategi utama yang terus didorong adalah peningkatan indeks pertanaman dengan mempercepat jeda antara panen dan masa tanam berikutnya.
"Kalau selama ini tanam dua kali setahun, kita dorong menjadi tiga kali. Yang sebelumnya satu kali menjadi dua kali. Dengan lahan yang sama, produksi dapat meningkat karena frekuensi tanam bertambah," ujar Suwandi.
Pemerintah juga mendorong pola tumpang sari dengan komoditas seperti kacang tanah, kacang hijau, maupun sayuran untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.