Kementan Pastikan Kemarau 2026 Tak Seberat 2015 dan 2023, Produksi Pangan Nasional Diyakini Tetap Aman

komunitas | 24 Juni 2026 19:17

 

Kementan menyebut kesiapan menghadapi musim kemarau tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Berbagai program penguatan produksi telah dilakukan, mulai dari optimasi lahan, cetak sawah baru, pembangunan dan pengembangan irigasi perpompaan, penyediaan benih unggul, hingga penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

 

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena periode Juli hingga September diperkirakan menjadi puncak musim kemarau di Indonesia.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan telah menginstruksikan seluruh pemerintah daerah sejak awal tahun untuk melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan.

 

Melalui surat yang dikirim kepada gubernur dan bupati pada Maret 2026, pemerintah daerah diminta melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki jaringan irigasi, melakukan normalisasi saluran air, hingga mengoptimalkan pemanfaatan embung dan waduk.

 

Selain itu, Kementan terus memperbarui informasi cuaca dan iklim berbasis data BMKG dan satelit NOAA agar petani dapat menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi lapangan.