Sambut Tahun Baru Jawa, Sapta Darma SCB Pancuran Gelar Agenda Spiritual Budaya

komunitas | 11 Juli 2026 13:55

Sambut Tahun Baru Jawa, Sapta Darma SCB Pancuran Gelar Agenda Spiritual Budaya
Flyer peringatan Tanggap Warsa 1 Sura Tahun Baru Sura 1960 Saka Jawa yang diselenggarakan Keluarga Besar Warga Sapta Darma Sanggar Candi Busana (SCB) Pancuran. (dok jatimpos)

TUBAN, PustakaJC.co – Keluarga Besar Warga Sapta Darma Sanggar Candi Busana (SCB) Pancuran tengah mematangkan persiapan menyambut Tanggap Warsa 1 Sura Tahun Baru Sura 1960 Saka Jawa yang akan diperingati pada Selasa Pahing, 14 Juli 2026. Momentum pergantian tahun dalam penanggalan Jawa tersebut menjadi salah satu agenda penting yang sarat makna spiritual bagi para penghayat Sapta Darma.

 

Peringatan tahunan ini tidak hanya menjadi sarana refleksi batin, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan dan memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Sapta Darma. Karena itu, berbagai kegiatan kerohanian dan kebudayaan telah disiapkan guna menyemarakkan perayaan yang dipusatkan di Sanggar Candi Busana Pancuran, Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (11/7/2026).

 

Salah satu rangkaian utama yang akan digelar adalah penyampaian wejangan kerohanian oleh Tuntunan SCB Pancuran, Joko Sapuro. Dalam kesempatan tersebut, ia akan mengulas berbagai aspek ajaran Sapta Darma yang menjadi pedoman hidup para warga, termasuk pentingnya menjaga keluhuran budi pekerti, ketenteraman batin, dan kedekatan spiritual kepada Sang Maha Agung.

 

Wejangan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal moral dan spiritual bagi warga dalam memasuki tahun yang baru. Selain sebagai pengingat terhadap nilai-nilai ajaran yang dianut, kegiatan itu juga menjadi ruang perenungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan penuh toleransi.

 

 

Sebagai bagian dari pelestarian budaya tradisional, panitia juga menyiapkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang akan dibawakan oleh dalang Ki Sigid Ariyanto. Dalam pementasan tersebut, ia akan membawakan lakon “Lampahan Bagawan Polo Soro” yang sarat pesan kebijaksanaan, keteguhan hati, serta tuntunan moral dalam menjalani kehidupan.

 

Menurut panitia, pemilihan lakon tersebut disesuaikan dengan semangat peringatan 1 Sura yang identik dengan introspeksi dan pembaruan diri. Melalui media wayang kulit, nilai-nilai kehidupan diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.

 

Sementara itu, berbagai persiapan teknis terus dilakukan menjelang pelaksanaan acara. Penataan area pertunjukan, penyediaan fasilitas tamu, hingga koordinasi keamanan menjadi fokus utama agar kegiatan berlangsung tertib dan nyaman bagi seluruh peserta yang hadir.

 

Panitia juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut menyaksikan dan meramaikan kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan keberagaman tradisi spiritual yang tumbuh di tengah masyarakat.

 

 

Melalui penyelenggaraan Tanggap Warsa 1 Sura 1960 Saka Jawa ini, SCB Pancuran berharap nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, perayaan 1 Sura tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga sarana memperkuat harmoni sosial dan spiritual di tengah kehidupan masyarakat. (ivan)