Arumi Bachsin Jadikan HUT Ke-46 Dekranas Momentum Perkuat Pembinaan Perajin dan UMKM Kriya Jawa Timur

komunitas | 14 Juli 2026 09:41

Arumi Bachsin Jadikan HUT Ke-46 Dekranas Momentum Perkuat Pembinaan Perajin dan UMKM Kriya Jawa Timur
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat menghadiri penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/7/2026).

SURABAYA, PustakaJC.co – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan perajin dan pelaku UMKM kriya agar semakin adaptif terhadap perkembangan pasar, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Komitmen tersebut disampaikan usai menghadiri penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/7/2026).

Menurut Arumi, penyelenggaraan HUT Ke-46 Dekranas bukan sekadar ajang memamerkan produk unggulan daerah, melainkan menjadi ruang strategis untuk belajar, berkolaborasi, dan bertukar praktik terbaik antardekranasda se-Indonesia dalam memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku UMKM kriya.

"HUT Dekranas seperti ini menjadi ruang yang sangat baik bagi kami, para Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia, untuk saling bertukar pikiran, berbagi ide, inovasi, maupun pengalaman dalam membina para perajin dan pelaku UMKM di daerah masing-masing. Banyak praktik baik yang bisa kami pelajari dan menjadi inspirasi untuk memperkuat program pembinaan di Jawa Timur agar semakin relevan dengan kebutuhan perajin dan perkembangan pasar," ujar Arumi.

Berbagai pengalaman yang diperoleh selama mengikuti rangkaian HUT Dekranas, lanjut Arumi, akan menjadi bekal bagi Dekranasda Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Fokus pembinaan meliputi pengembangan desain produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran, hingga penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia berharap seluruh pembelajaran dan jejaring kolaborasi yang terbangun selama kegiatan di Makassar dapat segera diimplementasikan melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan perajin dan UMKM kriya di Jawa Timur.

"Sepulang dari Makassar, kami ingin membawa semangat kolaborasi ini ke Jawa Timur melalui pembinaan yang semakin berkelanjutan, mendorong lahirnya lebih banyak perajin dan desainer muda, serta memperluas akses pasar agar semakin banyak UMKM kriya yang naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.

Arumi optimistis semangat kolaborasi yang terbangun selama HUT Ke-46 Dekranas akan semakin memperkuat peran Dekranasda sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina perajin dan pelaku UMKM kriya. Dengan demikian, akan lahir lebih banyak produk unggulan daerah yang inovatif, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Selama empat hari penyelenggaraan, HUT Ke-46 Dekranas menjadi ajang promosi, kolaborasi, sekaligus penguatan jejaring antardekranasda se-Indonesia dalam mendorong kemajuan industri kerajinan nasional. Sebanyak 203 stan dari berbagai provinsi turut ambil bagian menampilkan beragam produk kerajinan unggulan.

Pada acara penutupan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dekranas dan Dekranasda atas kontribusinya dalam mengembangkan industri kerajinan nasional. Menurut Tito, penyelenggaraan HUT Ke-46 Dekranas tidak hanya menjadi ruang promosi produk kerajinan daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas terhadap sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, hingga kuliner lokal.

Lebih lanjut, Tito menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat kerajinan dunia berkat kekayaan budaya, sumber daya alam, serta kreativitas para perajin dalam menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar internasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dekranas, dan Dekranasda dinilai penting untuk terus memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing. (Pstk01)