SURABAYA, PustakaJC.co - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan kesiapannya maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35. Dukungan terhadapnya datang dari 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur yang bersama PWNU Jatim sepakat mengusulkan namanya sebagai calon ketua umum. Surabaya, Selasa, (21/7/2026).
Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan dukungan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh PCNU di Jawa Timur bersama PWNU Jatim. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (22/7/2026).
“Alhamdulillah, 45 PCNU se-Jawa Timur dengan semangat sepakat bersama-sama PWNU mengusulkan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar nanti,” ujarnya.
Gus Kikin menegaskan, jika mendapat amanah memimpin PBNU, fokus utamanya adalah menjaga tradisi Nahdlatul Ulama yang selama ini menjadi kekuatan organisasi. Selain itu, ia ingin memperkuat persatuan warga NU serta membangun budaya organisasi yang berlandaskan kasih sayang dan kebersamaan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan identitas NU yang harus terus dipelihara agar organisasi tetap solid dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Tradisi NU harus terus dijaga dan dilanjutkan. Kekuatan NU selama ini terletak pada persatuan serta budaya organisasi yang penuh kasih sayang,” katanya.
Ia juga menilai Muktamar Ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan berbagai program strategis bagi kepengurusan mendatang.
Menurut Gus Kikin, muktamar bukan hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga wadah menyusun arah kebijakan organisasi agar tetap mampu menjawab kebutuhan umat dan tantangan zaman.
“Banyak hal yang perlu dibahas dalam muktamar. Program-program yang dirumuskan akan menjadi pedoman bagi kepengurusan berikutnya, sehingga proses konsolidasi organisasi harus benar-benar diperkuat,” pungkasnya. (ivan)