PASURUAN, PustakaJC.co – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengapresiasi keberhasilan TP PKK Kota Pasuruan dalam menekan angka stunting hingga berada di bawah rata-rata nasional. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara kader PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Apresiasi tersebut disampaikan Arumi saat menghadiri Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK serta Inovasi Kabupaten/Kota di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Pasuruan, Jumat, (24/7/2026).
Menurut Arumi, keberhasilan menurunkan prevalensi stunting merupakan hasil dari pelaksanaan program yang terintegrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan tidak muncul kasus stunting baru melalui upaya pencegahan sejak dini. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (25/7/2026).
“Kota Pasuruan telah menunjukkan komitmen yang baik dalam menjalankan program PKK. Ke depan, kami berharap inovasi terus dikembangkan, digitalisasi diperkuat hingga tingkat Dasawisma, dan upaya pencegahan stunting tetap menjadi perhatian agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Arumi.
Ia menjelaskan, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak telah lahir, tetapi harus dimulai sejak masa remaja, calon pengantin, hingga ibu hamil melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
Selain menyoroti penanganan stunting, Arumi juga mendorong penguatan digitalisasi administrasi PKK hingga tingkat Dasawisma. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan membantu kader dalam melakukan pendataan keluarga secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi sehingga memudahkan penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo, mengatakan kunjungan monitoring dari TP PKK Provinsi Jawa Timur menjadi momentum evaluasi sekaligus penyemangat bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pasuruan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Program tersebut mencakup pembinaan karakter keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan layanan kesehatan.
Berbagai inovasi juga terus dikembangkan, di antaranya Program PAAREDI, Gelari Pelangi, Ketapang Mas, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), seminar kesehatan mental, serta layanan IVA Test sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Di bidang kelembagaan, TP PKK Kota Pasuruan terus memperkuat kapasitas organisasi melalui pembinaan administrasi, pelatihan Dasawisma, dan peningkatan kompetensi kader. Saat ini, jaringan PKK Kota Pasuruan terdiri atas empat TP PKK kecamatan, 34 TP PKK kelurahan, 225 kelompok PKK RW, 1.012 kelompok PKK RT, serta 1.697 kelompok Dasawisma dengan dukungan sekitar 10.480 kader yang aktif mendampingi masyarakat.
Selain menjalankan program pemberdayaan keluarga, TP PKK Kota Pasuruan juga aktif menggerakkan partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti peringatan Hari Gerak PKK, HUT Dekranas, Hari Koperasi, hingga Senam Anugerah yang diikuti ribuan peserta sebagai kampanye pola hidup sehat.
Suryani berharap sinergi antara pemerintah daerah, kader PKK, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mewujudkan generasi yang sehat, mandiri, serta berkualitas. (ivan)