Selain itu, budaya dialog dan penyampaian kritik secara konstruktif juga dinilai perlu terus dikembangkan. Dalam pandangannya, penghormatan terhadap ulama dan pemimpin organisasi tidak menutup ruang bagi evaluasi terhadap kebijakan maupun keputusan yang diambil dalam kepentingan publik.
Anwar menegaskan bahwa tradisi yang menjadi identitas NU tetap perlu dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara. Namun, pelestarian tradisi tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kebangsaan.
Menurutnya, Muktamar Ke-35 NU dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah pembaruan yang mampu menjawab kebutuhan warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Melalui artikel tersebut, Anwar berharap NU dapat terus mempertahankan perannya sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan pemikiran yang adaptif, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di tengah perubahan zaman. (ivan)