Jatim Masuk Tiga Besar Nasional, Rekening Simpanan Capai 73,59 Juta

komunitas | 09 Agustus 2026 08:14

Jatim Masuk Tiga Besar Nasional, Rekening Simpanan Capai 73,59 Juta
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Jawa Timur menempati posisi tiga besar nasional dalam jumlah rekening simpanan dengan total mencapai 73,59 juta rekening hingga Juni 2026. Di sisi nominal, Jatim berada di peringkat kedua nasional dengan total simpanan mencapai Rp833,7 triliun.

 

Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kuatnya basis menabung masyarakat Jawa Timur. Dilansir dari antarajatim.news, Minggu, (9/8/2026).

 

“Pencapaian ini menunjukkan kuatnya basis menabung nasabah Jawa Timur,” kata Bambang dalam temu media di Surabaya, Sabtu, (8/8/2026).

 

Berdasarkan data LPS Juni 2026, jumlah rekening simpanan di Jawa Timur tumbuh 1,17 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau bertambah sekitar 854 ribu rekening.

 

 

 

Jumlah tersebut menempatkan Jawa Timur di bawah DKI Jakarta yang memiliki 234,35 juta rekening dan Jawa Barat dengan 78,31 juta rekening.

 

Sementara itu, nominal simpanan masyarakat Jawa Timur mencapai Rp833,7 triliun atau tumbuh 4,64 persen yoy, setara dengan peningkatan sekitar Rp37 triliun.

 

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan produk tabungan sebesar 6,31 persen yoydan giro yang tumbuh 12,18 persen.

 

 

 

 

 

Pada tingkat kabupaten/kota, Kota Surabaya masih menjadi daerah dengan jumlah rekening dan nominal simpanan terbesar di Jawa Timur.

 

Surabaya tercatat memiliki 11,83 juta rekening dengan total nominal simpanan mencapai Rp435,93 triliun.

 

Sementara itu, pertumbuhan jumlah rekening tertinggi secara tahunan terjadi di Kota Batu dengan pertumbuhan mencapai 20,4 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi di Kabupaten Sumenepsebesar 11 persen.

 

Untuk pertumbuhan nominal simpanan, Kota Kediri mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,8 persen yoy. Sedangkan penurunan terdalam terjadi di Kota Probolinggo sebesar 17,5 persen yoy.

 

Bambang mengatakan LPS bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus mendorong perluasan basis masyarakat yang memiliki rekening simpanan.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan, terutama di wilayah yang masih memiliki tingkat inklusivitas dan penetrasi nominal simpanan yang perlu diperkuat.

 

 

Secara nasional, LPS mencatat masih terdapat sekitar 51 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening simpanan. Jumlah tersebut setara dengan 19,9 persen dari populasi penduduk dalam rentang usia 5 hingga 74 tahun.

 

“Di Jawa Timur kami terus memantau kabupaten/kota yang masih perlu dioptimalkan, baik inklusivitas maupun penetrasi nominal simpanan. LPS dan KSSK pun terus berperan aktif dalam memperluas basis masyarakat menabung melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” ujar Bambang. (ivan)