Bantuan tersebut telah menyasar 113 kelurahan/desa di 59 kecamatan yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari penanganan tersebut, tercatat sebanyak 135.944 jiwa menjadi penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, PMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah instansi terkait untuk memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Dukungan operasional pendistribusian air bersih diperoleh PMI Provinsi Jawa Timur melalui bantuan PMI Pusat. Dukungan tersebut digunakan untuk memperkuat penanganan di sejumlah daerah yang mengalami kekeringan dan berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi.
Fenomena El Nino turut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino di Indonesia mulai aktif sejak pertengahan Juni 2026 dan diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.
Puncak musim kemarau yang lebih kering diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian PMI dalam menentukan langkah penanganan di lapangan, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.