Selain mendistribusikan air bersih, PMI Jatim juga melakukan promosi kebersihan dan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Kegiatan tersebut telah menjangkau sekitar 12.095 jiwa penerima manfaat.
Edukasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah kondisi kekeringan, sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
PMI Jatim memastikan penanganan dampak kekeringan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah. Distribusi bantuan air bersih akan terus diperkuat terutama di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air selama periode puncak musim kemarau.
Melalui koordinasi dengan PMI Kabupaten/Kota, BPBD, dan instansi terkait, PMI Jatim berupaya memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih, selama kondisi kemarau berlangsung. (ivan)