Jatim Tetap Jadi Pasar Otomotif Terbesar Ketiga Nasional

komunitas | 26 Agustus 2026 13:38

Jatim Tetap Jadi Pasar Otomotif Terbesar Ketiga Nasional
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza memberi sambutan saat pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Surabaya, Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Jawa Timur konsisten menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Indonesia. Provinsi ini menempati peringkat ketiga penjualan kendaraan nasional dengan pangsa pasar sekitar 9,7 persen.

 

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan posisi tersebut menunjukkan besarnya peran Jawa Timur dalam menopang pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal itu disampaikannya saat pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Surabaya, Rabu, (26/8/2026).

 

“Jawa Timur selalu konsisten menduduki peringkat ketiga dalam hal penjualan kendaraan nasional kita. Tahun lalu, pangsa pasarnya 9,7 persen,” kata Faisol, dikutip dari antaranews.com, Rabu, (26/8/2026).

 

Ia menjelaskan, pada 2024 penjualan kendaraan di Jawa Timur mencapai sekitar 83.900 unit dari total penjualan nasional 865.723 unit. Sementara pada 2025, penjualan kendaraan nasional berada di kisaran 803.000 hingga 840.000 unit, dengan pangsa pasar Jawa Timur sekitar 9,1 hingga 9,5 persen atau setara 73.000 hingga 79.000 unit.

 

Menurut Faisol, besarnya pasar otomotif Jawa Timur menjadi salah satu alasan strategis penyelenggaraan GIIAS di Surabaya. Sebelumnya, pameran otomotif tersebut digelar di ICE BSD City, Tangerang.

 

 

Ia menambahkan, kinerja industri otomotif nasional sepanjang 2026 juga menunjukkan tren positif. Penjualan kendaraan secara wholesale pada Januari-Juli 2026 tercatat sekitar 517.000 unit, sedangkan penjualan retail mencapai 511.000 unit.

 

Khusus Juli 2026, penjualan wholesale mencapai sekitar 81.000 unit. Angka tersebut meningkat 4,5 persen dibandingkan Juni 2026 dan melonjak 33,3 persen dibandingkan Juli 2025.

 

Faisol optimistis penjualan kendaraan domestik sepanjang 2026 dapat melampaui 850.000 unit. Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar otomotif utama di kawasan.

 

“Saya optimistis target penjualan domestik akan melampaui 850.000 unit tahun ini sehingga hampir bisa kita pastikan bahwa penjualan dalam negeri kita akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan,” ujarnya.

 

 

Ia berharap GAIKINDO bersama seluruh pelaku industri otomotif terus meningkatkan kinerja sehingga penjualan kendaraan nasional dapat kembali mendekati angka satu juta unit seperti pada periode kejayaan industri otomotif.

 

Selain mendorong penjualan, Faisol menekankan pentingnya penguatan industri otomotif untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.

 

Industri pengolahan tercatat tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026 dan memberikan kontribusi sebesar 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), atau setara sekitar Rp1.102 triliun.

 

Karena itu, pemerintah berharap industri otomotif mampu mempertahankan ekspansi sekaligus meningkatkan kinerja ekspor. Langkah tersebut dinilai penting agar sektor otomotif semakin besar dalam menopang PDB dan pertumbuhan ekonomi nasional. (ivan)