Pepabri Jatim Rayakan HUT ke-67 Lewat Pagelaran Wayang Kulit Lakon Banjaran Bima

komunitas | 13 September 2026 09:49

Pepabri Jatim Rayakan HUT ke-67 Lewat Pagelaran Wayang Kulit Lakon Banjaran Bima
wayang kulit semalam suntuk di Halaman Kantor DPD Pepabri Jatim, Sabtu. (12/9/2026). (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) memperingati ulang tahunnya yang ke-67 dengan cara yang bernilai budaya tinggi. Bertempat di Halaman Kantor DPD Pepabri Jawa Timur, organisasi purnawirawan ini menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Sabtu, (12/9/2026) malam.

 

Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata Pepabri dalam merawat warisan luhur bangsa Jawa di tengah masifnya gempuran modernisasi dan teknologi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (13/9/2026).

 

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Pepabri dan pejabat daerah, di antaranya Ketua Umum Pepabri Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Istu Hari Subagio, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr. Adhy Karyono. Ratusan warga dari kawasan Surabaya dan sekitar Kodam V/Brawijaya turut memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan.

 

 

 

Dalam sambutannya, Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar menegaskan bahwa wayang kulit memuat nilai-nilai filosofis kehidupan yang mendalam, bukan sekadar sarana hiburan semata.

 

"Melestarikan budaya berarti menjaga jati diri dan kehormatan bangsa. Jangan biarkan warisan leluhur hilang ditelan zaman. Tugas kita adalah mengenalkannya kepada generasi muda," ujar Agum.

 

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Bima oleh Dalang Ki Anom Dwijokangko kepada pengurus DPP Pepabri, disusul penyerahan Gunungan secara simbolis oleh Agum Gumelar kepada dalang.

Mengangkat lakon Banjaran Bima,

 

 

 

pertunjukan yang diiringi oleh Karawitan Dwijo Laras ini berlangsung meriah. Suasana makin semarak dengan hadirnya pesinden Niken Salindri serta duo pelawak Joklithik-Jokluthuk yang menghibur para penonton hingga dini hari.

 

Sinergi antara DPD Pepabri Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menjaga eksistensi seni tradisional di era digital. (ivan)