Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026–2031, Dua Tokoh Disabilitas Resmi Masuk Jajaran Pimpinan Inti

komunitas | 01 Oktober 2026 09:42

 

 

 

Mendorong Gerakan Inklusi Berkelanjutan di Lingkungan NU

 

Keterlibatan penyandang disabilitas di tingkat kepemimpinan puncak PBNU ini tidak datang secara instan. Cak Fu mengungkapkan, advokasi dan dorongan untuk melibatkannya dalam struktur kepengurusan PBNU sebenarnya telah dirintis sejak 2018. Namun, baru pada kepengurusan periode 2026–2031 aspirasi tersebut terwujud secara penuh di jajaran pimpinan harian.

 

"Perjuangan untuk disabilitas sudah masuk sejak 2018, tapi memang belum masuk dalam jajaran kepengurusan inti," kata Cak Fu usai acara pengumuman.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mandat ini tidak boleh berhenti sekadar pada keterwakilan simbolis di jajaran struktur. Cak Fu menyoroti pentingnya menerjemahkan keberadaan mereka menjadi kebijakan sistematis yang menjangkau warga nahdliyin penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

 

 

"Kita akan mendorong lembaga seperti LP Ma'arif, Lembaga Dakwah, masjid, hingga RMI (Rabithah Ma'ahid Islamiyah) agar lebih inklusif. Nanti saya akan berkoordinasi dengan pengurus lain bagaimana mendesain pilot project pendidikan inklusif," tegasnya.