Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026–2031, Dua Tokoh Disabilitas Resmi Masuk Jajaran Pimpinan Inti

komunitas | 01 Oktober 2026 09:42

 

Profil Dua Tokoh Disabilitas PBNU 2026–2031

 

1. Dr. Bahrul Fuad, M.A. (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU)

Dr. Bahrul Fuad (Cak Fu) adalah akademisi dan pakar profesional yang memiliki rekam jejak panjang dalam isu kesetaraan gender, inklusi disabilitas, dan inklusi sosial (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion / GEDSI).

  • Pendidikan: Meraih gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Darul Ulum (2000), Master of Arts (M.A.) bidang Bantuan Kemanusiaan melalui Program Eropa NOHA di University of Groningen, Belanda (2005), serta meraih gelar Doktor Sosiologi dari FISIP Universitas Indonesia (2021).
  • Karier & Pengalaman:
    • Pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) periode 2020–2024.
    • Konsultan ahli GEDSI pada Program INKLUSI (kemitraan Australia-Indonesia) dan konsultan inklusi disabilitas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
    • Terpilih sebagai anggota Panitia Seleksi (Pansel) Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026–2031 pada Agustus–Desember 2026.
  • Karya Tulis & Publikasi: Menggagas Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas, meneliti The Special Needs of Disabled People in Disaster Situations: Case Study on Aceh Tsunami December 26th, 2004 Indonesia (buku, 2011), serta menulis jurnal dan opini media seperti Kecacatan: Dari Tragedi Personal Menuju Gerakan Sosial (Jurnal Perempuan, 2010), Legalisasi Stigma (Kompas, 2015), dan City of Traps (Inside Indonesia, 2018).