MALANG, PustakaJC.co - Kelompok Kerja Perhutanan Sosial Nahdlatul Ulama (Pokja PSNU) PWNU Jawa Timur menyiapkan 144 pendamping mandiri untuk memperkuat tata kelola 225 Kelompok Tani Hutan (KTH) di Jatim. Program ini mencakup pendampingan pengelolaan kawasan hutan seluas lebih dari 100.000 hektare melalui skema Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan.
Langkah strategis ini dimatangkan lewat agenda peningkatan kapasitas bertajuk "Ngaji Tani Perhutanan Sosial" yang digelar di Malang pada 22–24 September 2026. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (24/9/2026).
Garis Besar Kegiatan & Urgensi
- Momentum: Memperingati Hari Tani Nasional sekaligus memperkuat kedaulatan agraria dan keadilan tata kelola hutan di tingkat tapak.
- Kolaborasi: Diselenggarakan oleh PSNU Jatim bekerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta.
- Integrasi Keagamaan: Pj Ketua PWNU Jatim, K.H. Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), menegaskan pentingnya menyatukan nilai spiritual, kearifan lokal, dan kelestarian ekosistem. Pendampingan ini diposisikan sebagai ikhtiar keagamaan dan kebangsaan demi kesejahteraan petani.
- Pilar NUconomic: Wakil Ketua PWNU Jatim, Ahmad Hakim Jayli, menyebut program ini sebagai bagian dari pilar pemberdayaan ekonomi warga NU melalui sektor kelompok tani, UMKM, dan optimalisasi ZISWAF.