2. Gufroni Sakaril, S.E., M.M. (Ketua PBNU)
Gufroni Sakaril merupakan dosen, praktisi komunikasi, dan aktivis senior yang berdedikasi dalam gerakan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
- Pendidikan & Pelatihan: Menuntaskan studi S1 Komunikasi Massa di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta (1990) dan Magister Manajemen dari Universitas Mercu Buana (2007). Mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan dan hak disabilitas di Flinders University (Australia) serta pelatihan AICHR di Bangkok (Thailand).
- Karier Akademik & Profesional:
- Dosen aktif di Universitas Mercu Buana sejak tahun 2000, serta pernah mengajar di Universitas Tarumanagara dan Universitas Paramadina.
- Pengalaman profesional di bidang kehumasan korporat, termasuk pernah menjabat sebagai Head of Public Relations dan Corporate Relations PT Indosiar Visual Mandiri.
- Kepemimpinan Organisasi:
- Memimpin Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai Ketua Umum selama dua periode (2011–2016 dan 2016–2021), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PPDI (2022–2027).
- Pernah tercatat sebagai anggota pimpinan World Disability Union serta mendirikan Komite Abilikpik Indonesia pada 2023.
- Kontribusi Kunci & Karya Tulis:
- Menjadi narasumber perumusan pedoman membaca Al-Qur'an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (2020) dan narasumber/penulis Buku Panduan Perfilman Inklusif(2025).
- Penulis artikel riset Menjembatani Kesenjangan Akses Event: Perspektif Multi-Stakeholder dalam Penyelenggaraan Event Inklusif di Indonesia di Journal of Event, Travel and Tour Management (2026) dan publikasi riset interaksi sosial di Jurnal VISI Komunikasi.
Penetapan struktur kepengurusan anyar ini menandai babak baru bagi Nahdlatul Ulama dalam membangun ekosistem organisasi yang ramah disabilitas. Melalui jajaran kepemimpinan yang lebih representatif, PBNU periode 2026–2031 optimistis dapat menghadirkan berbagai kebijakan serta program kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan seluruh lapisan warga nahdliyin tanpa terkecuali. (ivan)