SURABAYA, PustakaJC.co - Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 yang dipusatkan di Kota Surabaya pada 30 September hingga 4 Oktober mendatang bakal tampil beda. Tak lagi sekadar dipajang pasif di etalase pameran formal, warisan budaya takbenda Indonesia ini dirancang menyatu langsung dengan ruang publik dan gaya hidup generasi muda.
Langkah berani tersebut diusung oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI). Selain menyoroti kekayaan motif Batik Tulungagung sebagai ikon utama Jawa Timur tahun ini, ajang perayaan tersebut menyajikan atraksi spektakuler bertajuk Batik Berlayar di sepanjang Sungai Kalimas. Dilansir dari surabayapagi.com, Sabtu, (19/9/2026).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap batik. Di tengah fakta bahwa 80 persen produk manufaktur nasional diserap pasar domestik, keberlanjutan regenerasi perajin sangat bergantung pada kepedulian konsumen dalam negeri, khususnya anak muda.
“Kalau konsumen dalam negeri tidak peduli, ini ancaman buat industri batik. Kita tidak ingin perajin atau kota batik itu hanya tinggal sejarah. Harus ada dampak nyata pada penghidupan yang layak bagi perajin,” ujar Reni dalam konferensi pers di Surabaya.