SURABAYA, PustakaJC.co – Sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam gelaran East Java Investment Forum (EJIF) 2026 membuahkan hasil signifikan. Forum investasi tahunan tersebut berhasil mencatatkan 12 komitmen investasi baru dengan nilai total mencapai Rp2,4 triliun.
Penyelenggaraan EJIF 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan para pelaku usaha, calon investor, pemilik proyek, pemerintah daerah, hingga lembaga keuangan. Dilansir dari suarasurabaya.net, Senin, (5/10/2026).
Dalam forum ini, Jawa Timur menawarkan 28 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) lintas sektor—seperti manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri—dengan total potensi nilai investasi mencapai Rp73,7 triliun. Tak hanya itu, sebanyak tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, serta 80 aset potensial milik pemda turut disorot untuk menarik minat pemodal.
Kepala KPw BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, arus modal masuk berperan vital dalam membuka lapangan kerja baru dan menurunkan tingkat kemiskinan di Jawa Timur.
"Momentum investasi Jawa Timur perlu terus didukung melalui sinergi dan kolaborasi. Investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, namun berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan," ujar Ibrahim, Minggu, (4/10/2026).
Ia menambahkan bahwa kepastian iklim investasi juga harus ditopang oleh stabilitas ekonomi, keberlanjutan fiskal, serta sistem pembayaran yang andal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan komitmen Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menghadirkan iklim investasi yang kondusif.
Kekuatan fundamental di sektor manufaktur dan pertanian menjadi nilai tawar utama Jawa Timur di mata para pemodal.
"Modal dasar yang kuat, sektor manufaktur dan pertanian, menjadi daya tarik investasi di Jawa Timur," kata Emil.
Daya tarik investasi Jawa Timur terbukti dari antusiasme peserta EJIF 2026 yang dihadiri oleh investor domestik maupun mancanegara. Para investor internasional yang berpartisipasi berasal dari sembilan negara, yaitu Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia.
Selain penandatanganan komitmen, gelaran ini juga diisi dengan diskusi strategis terkait prospek ekonomi dan peran regulasi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan investasi di Jawa Timur. (ivan)
,