Bank Jatim Sokong Misi Dagang di Banda Aceh, Boyong UMKM Binaan Perluas Pasar Antardaerah

komunitas | 23 Oktober 2026 04:33

Bank Jatim Sokong Misi Dagang di Banda Aceh, Boyong UMKM Binaan Perluas Pasar Antardaerah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau produk unggulan UMKM binaan Bank Jatim dalam Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh. (dok kominfo)

BANDA ACEH, PustakaJC.co - Bank Jatim memberikan dukungan penuh terhadap agenda Misi Dagang dan Investasi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di Banda Aceh. Kegiatan strategis antardaerah ini berhasil mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp1,218 triliun.

 

Forum yang mempertemukan para pelaku usaha dari kedua provinsi tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Aceh H. Fadhulullah, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo beserta jajaran pejabat daerah dan pelaku bisnis lintas wilayah. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (23/10/2026).

 

Sebagai wujud komitmen pendampingan agar UMKM daerah dapat "naik kelas", Bank Jatim memboyong tiga UMKM binaan unggulan untuk melirik potensi business matching dan memperluas jaringan pemasaran. Ketiga UMKM tersebut meliputi Masnia Collection asal Pasuruan (produk pakaian bordir), Sharleez Skincare asal Surabaya (produk perawatan kulit), serta Batik Gajah Mungkur asal Gresik (produk kerajinan batik khas).

 

 

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa peran lembaga perbankan saat ini tidak lagi terbatas pada penyaluran akses pembiayaan semata, melainkan juga memfasilitasi perluasan akses pasar dan inklusi keuangan.

 

"Kami memandang Misi Dagang dan Investasi ini sebagai momentum strategis untuk mempertemukan potensi UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas. Bank Jatim ingin memastikan UMKM binaan tak sekadar dapat modal, tapi juga kesempatan memperluas jaringan bisnis dan membangun kemitraan berkelanjutan," ujar Winardi.

 

 

Winardi menambahkan, pihak perbankan berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem UMKM melalui sinergi lintas sektor agar para pelaku usaha daerah mampu bersaing di kancah nasional hingga global.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian transaksi senilai Rp1,218 triliun tersebut merupakan buah dari persiapan yang matang. Sebelum acara puncak digelar, terdapat proses kurasi produk minimal dua kali serta business matching sedikitnya lima kali.

 

"Misi dagang ini menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan. Langkah ini dapat memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri," jelas Khofifah.

 

Khofifah pun berharap kemitraan antardaerah tersebut tidak berhenti pada angka transaksi saat acara berlangsung, melainkan terus berlanjut menjadi kerja sama bisnis jangka panjang yang saling menguntungkan antara Jawa Timur dan Aceh. (ivan)