Akademisi Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Lokal untuk Maksimalkan Hilirisasi Industri di Jawa Timur

komunitas | 25 Oktober 2026 07:01

Akademisi Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Lokal untuk Maksimalkan Hilirisasi Industri di Jawa Timur
diskusi publik bertajuk 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Hilirisasi dan Masa Depan Industri Jawa Timur di Surabaya. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pelaksanaan program hilirisasi industri di Jawa Timur dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Kendati demikian, guna memaksimalkan dampak ekonomi yang dihasilkan, program tersebut memerlukan dukungan infrastruktur lokal yang kuat dan terkoneksi secara optimal.

 

Hal tersebut ditegaskan oleh Akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Hendra Sukmana, dalam diskusi publik bertajuk "2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Hilirisasi dan Masa Depan Industri Jawa Timur" yang diselenggarakan di Surabaya, Sabtu, (24/10/2026).

 

Hendra menilai hilirisasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Menurutnya, konektivitas transportasi publik—seperti kehadiran moda Trans Jatim—harus terus diintegrasikan dengan kawasan-kawasan industri prioritas agar mobilitas tenaga kerja dan rantai pasok ekonomi masyarakat kian solid. Dilansir daei jawapos.com, Minggu, (25/10/2026).

 

"Konektivitas antarkota memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat hubungan antar-pusat kegiatan ekonomi. Kebijakan ini perlu dikawal secara konsisten agar kekayaan sumber daya alam Jawa Timur mempunyai nilai tambah (added value) bagi masyarakat," ujar Hendra.

 

 

 

Ia memetakan koridor utama seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, hingga Malang sebagai wilayah yang berpotensi melesat cepat berkat perbaikan konektivitas. Sementara itu, Madiun diproyeksikan menjadi penggerak baru industri di kawasan barat Jawa Timur seiring maraknya arus investasi yang masuk.

 

Pada kesempatan yang sama, Aktivis Gerakan Masyarakat Madani, Anton Cahyono, menyampaikan optimistisnya terhadap arah kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

 

Anton menilai komitmen pemerintah dalam mengawal proses hilirisasi sejauh ini berada di jalur yang benar (on the track) dan telah membuahkan hasil konkret, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja serta penguatan struktur ekonomi nasional.

 

"Kita harus percaya pada pemerintahan Prabowo yang sejauh ini sudah di lintasan dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan proses hilirisasi dan masa depan industri Indonesia. Hasil kerjanya sudah mulai terlihat," tutur Anton. (ivan)