BANYUWANGI, PustakaJC.co – Grup musik Slank mengingatkan para pemimpin bahwa kedaulatan tertinggi dalam republik berada di tangan rakyat. Aspirasi masyarakat dinilai tidak cukup hanya didengar, tetapi juga perlu difasilitasi dan dijawab melalui kebijakan yang berpihak.
Pesan tersebut disampaikan gitaris Slank, Ivanka, dalam konferensi pers menjelang konser Hey Slank di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, (1/11/2026).
Ivanka menanggapi pertanyaan mengenai berbagai upaya yang diduga membungkam suara kritis masyarakat. Menurutnya, keberanian dalam menyampaikan pendapat menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan demokrasi sekaligus mengingatkan pemimpin mengenai sumber kekuasaan. Dilansir dari kompas.com, Senin, (2/11/2026).
“Kita mesti berani berekspresi, mengeluarkan pendapat harus berani, karena kita juga sekalian mengingatkan bahwa di republik ini kedaulatan ada di tangan rakyat,” kata Ivanka.
Ia menegaskan, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan dan memfasilitasi aspirasi masyarakat. Lebih dari itu, setiap aspirasi yang disampaikan perlu mendapatkan respons nyata melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Bahwa semuanya pemimpin itu harus mendengar dan memfasilitasi atau menjawab apa yang ada aspirasi dari rakyat. Itu harus dijawab dengan kebijakan yang berpihak,” ujarnya.
Sementara itu, drummer Slank, Bimbim, menilai demokrasi membutuhkan ruang bagi masyarakat untuk saling menyampaikan kritik. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik menjadi salah satu prinsip yang perlu dijaga dalam kehidupan bernegara.
Ia menyebut, masyarakat maupun pemimpin harus memiliki kesiapan untuk menerima kritik sekaligus menyampaikan pendapat, selama tidak disertai tindakan kekerasan.
“Tapi kalau kita mau ngambil jalan demokrasi ya ini, siap dikritik, siap mengkritik. Selama nggak melakukan kegiatan kekerasan, ya monggo-monggo aja,” kata Bimbim.
Pernyataan tersebut disampaikan Slank menjelang konser Slank In Concert with HS di Banyuwangi. Dalam konser tersebut, Slank menyiapkan sekitar 18 lagu untuk dibawakan di hadapan para penggemarnya.
Antusiasme juga datang dari Slankers yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Bali, Jember, Probolinggo, Surabaya, Lumajang, hingga Kediri.
Konser tersebut menjadi momentum bagi Slank untuk kembali menyapa penggemar sekaligus menyampaikan pesan mengenai kebebasan berekspresi dan pentingnya menjaga demokrasi. (ivan)