Firman turut berharap perubahan pengelolaan Terminal Purabaya dari pemerintah kota kepada Kementerian Perhubungan dapat membawa peningkatan kualitas pelayanan secara nyata.
Pengelolaan baru, menurutnya, harus mampu menghadirkan terminal yang lebih bersih, tertib, dan nyaman dibandingkan sebelumnya.
“Harapan saya setelah dialihkelolakan ke kementerian, harus lebih nyaman. Kami sadar ada efisiensi hingga keterbatasan SDM dan tenaga. Tapi lingkungan dan toilet bersih itu mutlak,” ujarnya.
Organda Jatim menilai modernisasi terminal tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun penerapan sistem ticketing berbasis aplikasi dan teknologi lainnya. Perubahan tersebut perlu dibarengi pembenahan perilaku serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
Firman juga mengingatkan pentingnya aksesibilitas bagi penumpang, khususnya kelompok lanjut usia dan masyarakat yang membawa barang bawaan.
Ia mencontohkan akses menuju shelter keberangkatan yang dinilai masih perlu diperhatikan agar tidak menyulitkan penumpang.
“Jangan seperti sekarang. Sudah masuk lobi terminal disuruh naik eskalator ke lantai dua menuju shelter keberangkatan, tapi tangga manual. Kasihan penumpang bawa bawaan atau penumpang lansia,” tandas Firman.