Rp 2,8 Triliun Digelontorkan, Pemkab Gresik Genjot Perbaikan Jalan Hingga Tingkat Desa

gresik | 26 Februari 2026 09:57

Rp 2,8 Triliun Digelontorkan, Pemkab Gresik Genjot Perbaikan Jalan Hingga Tingkat Desa
Petugas melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan guna memperlancar akses transportasi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari prioritas Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (dok gresiksatu)

 

 

 

 

 

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp 2,8 triliun untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 2026. Langkah ini menjadi strategi utama memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi super prioritas dalam agenda pembangunan daerah tahun ini. Fokus diarahkan pada perbaikan Jalan Poros Desa (JPD) serta sejumlah ruas jalan kabupaten yang menjadi akses vital aktivitas warga. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (25/2/2026).

 

“Kami menempatkan perbaikan jalan sebagai prioritas utama. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang, sehingga berdampak langsung terhadap perekonomian,” ujar Alif saat Safari Ramadhan bersama Forkopimda di Kecamatan Kebomas, Rabu, (25/2/2026).

 

 

 

Menurutnya, perbaikan jalan tidak lagi dilakukan secara tambal sulam, melainkan melalui pembangunan menyeluruh agar hasilnya lebih kuat dan bertahan lama. Pemkab Gresik ingin memastikan kualitas jalan benar-benar mantap dan tidak cepat rusak kembali.

 

Selain itu, Pemkab Gresik juga menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan dalam tiga tahun ke depan. Program tersebut mencakup pembenahan jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, serta perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

 

Alif menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, camat, hingga kepala desa menjadi kunci keberhasilan program ini. Mereka dinilai paling memahami kondisi lapangan dan kebutuhan prioritas masyarakat.

 

“Penentuan ruas jalan yang diperbaiki mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama jalur distribusi usaha dan penghubung antarwilayah,” tegasnya.

 

 

 

Dengan dukungan anggaran besar tersebut, Pemkab Gresik menargetkan kondisi jalan di seluruh wilayah kabupaten masuk kategori mantap pada 2028. Percepatan pembangunan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. (ivan)