Domino Naik Kelas! Kejurkab ORADO Gresik Sukses, Siap Cetak Atlet Profesional

gresik | 28 Maret 2026 18:25

Domino Naik Kelas! Kejurkab ORADO Gresik Sukses, Siap Cetak Atlet Profesional
Para pemain saat bertanding Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Olahraga Domino (ORADO) Gresik. (dok gresiksatu)

 

 

GRESIK, PustakaJC.co - Olahraga domino di Kabupaten Gresik mulai menunjukkan arah baru. Lewat Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) ORADO 2026, pembinaan atlet hingga dorongan menuju profesionalisme kian nyata.

 

Kejurkab Olahraga Domino (ORADO) Gresik yang digelar di Gedung WEP, Sabtu, (28/3/2026), berlangsung sukses dan meriah. Ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membina dan menjaring atlet potensial.

 

Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Setiap tim yang terdiri dari dua pemain dituntut menyusun strategi matang dan menjaga kekompakan untuk meraih kemenangan. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (28/3/2026).

 

Ketua ORADO Gresik, Mochamad Choirul Rizal, menegaskan bahwa Kejurkab tahun ini mengusung tema “Bersama ORADO dan UMKM Naik Kelas.” Menurutnya, event ini tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif.

 

“Peserta ada 32 tim. Ini juga menjadi ajang seleksi untuk Kejurprov yang akan digelar 5 April 2026 di Surabaya,” ujarnya.

 

 

Para juara nantinya akan dipersiapkan mewakili Gresik di tingkat provinsi. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp10 juta, menjadi bukti keseriusan dalam mengembangkan olahraga ini.

 

Rizal menambahkan, domino yang dikembangkan ORADO memiliki standar resmi, mulai dari penggunaan meja dan batu khusus hingga aturan permainan. Sistem yang digunakan adalah poin 101, di mana tim yang lebih dulu mencapai angka tersebut keluar sebagai pemenang.

 

“Ini bukan sekadar permainan, tapi olahraga strategi dan kekompakan,” tegasnya.

 

 

Sementara itu, Ketua ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, mengapresiasi langkah Gresik yang menjadi daerah ketiga setelah Banyuwangi dan Sidoarjo dalam menggelar kejuaraan domino.

 

“Kejurkab ini penting sebagai tahap awal pembinaan. Ke depan, kami harap lebih banyak klub terbentuk hingga tingkat kecamatan,” jelasnya.

 

Ia juga mengungkapkan rencana penambahan kategori pemain tunggal untuk memperluas peluang atlet berkembang.

 

 

Di sisi lain, Kepala Disparekrafbudpora Gresik, drg. Saifudin Ghozali, memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap perkembangan olahraga domino.

 

 

 

“Pemerintah daerah akan terus mendukung. Tantangannya memang besar, tapi kami yakin bibit atlet akan terus bermunculan,” tegasnya.

 

Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, Kejurkab ORADO Gresik menjadi sinyal kuat bahwa domino tak lagi sekadar permainan, melainkan mulai menapaki jalur sebagai olahraga profesional yang siap bersaing di level lebih tinggi. (ivan)