Konflik AS-Iran Belum Ganggu Nelayan Gresik, Solar Tetap Stabil

gresik | 29 Maret 2026 07:12

Konflik AS-Iran Belum Ganggu Nelayan Gresik, Solar Tetap Stabil
Suasana perahu nelayan di wilayah Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. (dok suaraindonesia)

 

 

GRESIK, PustakaJC.co – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas dalam beberapa waktu terakhir belum berdampak langsung pada aktivitas nelayan di Kabupaten Gresik. Ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebagai kebutuhan utama melaut masih terpantau aman.

 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Semaun, mengatakan bahwa hingga saat ini para nelayan masih bisa beroperasi seperti biasa tanpa kendala pasokan BBM. Dilansir dari suaraindonesia.co.id, Minggu, (29/3/2026).

 

“Untuk hari-hari ini masih belum terdampak, tapi belum tahu setelah hari raya. SPBUN masih buka Sabtu besok, kita ambil solar nelayan tidak di SPBU,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, (28/3/2026).

 

 

 

Ia menjelaskan, para nelayan di wilayah utara Gresik seperti Panceng dan Ujungpangkah selama ini mengandalkan pasokan solar dari SPBUN di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng. Harga solar pun masih tergolong stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.

 

“Harganya masih standar Rp6.800 per liter. SPBUN buka enam hari, hari Jumat libur menyesuaikan aktivitas nelayan. Kamis kemarin masih bisa beli solar di SPBUN Campurejo,” jelasnya.

 

Meski secara global muncul kekhawatiran terkait gangguan distribusi energi akibat ketegangan di kawasan Selat Hormuz, kondisi di tingkat lokal Gresik hingga kini masih relatif terkendali.

 

Semaun menyebut, terdapat sekitar 5.000 perahu nelayan yang tersebar di sejumlah wilayah di Gresik dengan kebutuhan solar yang berbeda-beda, tergantung jenis mesin yang digunakan.

 

 

Ia pun berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan SPBUN di Kecamatan Ujungpangkah guna mempermudah akses BBM bagi nelayan dan menghindari pembelian dari pengecer dengan harga lebih tinggi.

 

“Tolong kalau bisa dibantu secepatnya pembangunan SPBUN di Ujungpangkah, supaya nelayan tidak kelabakan saat butuh solar, terutama di akhir bulan,” pungkasnya.

 

Dengan kondisi saat ini, aktivitas nelayan di Gresik masih berjalan normal. Namun, potensi dampak dari konflik global tetap menjadi perhatian ke depan, terutama jika memengaruhi jalur distribusi energi dunia. (ivan)