Untuk mengantisipasi ketidakpastian global, perusahaan menerapkan sejumlah strategi, mulai dari diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan kontrak jangka panjang, hingga peningkatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi.
Langkah ini dinilai penting mengingat sulfur dan asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk fosfat dan NPK, serta digunakan di berbagai sektor industri, termasuk pengolahan logam dan air.
Selain itu, lonjakan kebutuhan sulfur juga dipicu kebijakan hilirisasi mineral dan pertumbuhan industri kendaraan listrik. Proses pengolahan nikel dengan metode HPAL membutuhkan asam sulfat dalam jumlah besar.
Daconi menegaskan, fokus utama perusahaan adalah memastikan rantai pasok tetap aman di tengah dinamika global.
“Kami terus memperkuat supply chain dan kapasitas domestik guna memastikan kebutuhan pupuk nasional terpenuhi sebagai bagian dari mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (ivan)