WFH ASN Gresik Diklaim Pangkas Biaya hingga 50 Persen

gresik | 04 April 2026 07:28

WFH ASN Gresik Diklaim Pangkas Biaya hingga 50 Persen
Rapat terbatas bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani terkait kebijakan WFH di lingkungan Pemkab Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat mulai pekan depan, 10 April 2026. Kebijakan ini diklaim mampu memangkas biaya operasional hingga 50 persen.

 

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk efisiensi anggaran, terutama di tengah kenaikan harga energi.

 

“Tujuan pemerintah pusat menerapkan WFH satu hari dalam sepekan adalah untuk penghematan anggaran,” ujar Yani, Jumat, (3/4/2026).

 

 

Menurutnya, kebijakan ini juga berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), seiring kondisi global yang turut memengaruhi harga energi.

 

Selain WFH, Pemkab Gresik juga mendorong ASN untuk bersepeda ke kantor sebagai bagian dari strategi hemat energi.

 

Namun, tidak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menerapkan WFH. Sektor pelayanan publik seperti tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas tetap diwajibkan bekerja langsung.

 

Pemkab Gresik telah menyiapkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis), serta memastikan kebijakan ini mengikuti aturan pusat yang berlaku sejak 1 April 2026.

 

 

Dalam dua bulan ke depan, Pemkab menargetkan efisiensi operasional mencapai 50 persen. Anggaran hasil penghematan akan dibahas bersama DPRD dan dialihkan untuk bantuan sosial serta program pasar murah melalui Perubahan APBD.

 

“Anggaran tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat terdampak,” tegasnya. (ivan)