GRESIK, PustakaJC.co - Kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) terus memperkuat posisinya sebagai kawasan industri strategis nasional yang mendukung pertumbuhan investasi dan hilirisasi industri di Indonesia.
Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan rombongan ke kawasan industri JIIPE, Selasa, (12/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan dalam menjaga iklim investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Jawa Timur. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (14/5/2026).
Dalam agenda itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas dan perusahaan strategis di kawasan JIIPE, mulai sektor smelter pemurnian emas, industri gas, kaca, pupuk, hingga pelabuhan internasional.
Rombongan juga melihat langsung proses hilirisasi industri melalui pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah tinggi, termasuk aktivitas pemurnian emas di kawasan smelter. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah.
Sebagai salah satu kawasan industri dan pelabuhan terpadu terbesar di Jawa Timur, JIIPE terus berkembang menjadi pusat industri strategis nasional. Kawasan yang diresmikan Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada 2018 itu mengusung konsep integrated industrial estate dan deep-sea port guna mendukung konektivitas logistik serta efisiensi rantai pasok industri.
Keberadaan kawasan industri terintegrasi tersebut dinilai memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan investasi, pengembangan industri hilir, perluasan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Brigjen TNI Kohir menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas kawasan industri agar aktivitas investasi dan operasional industri dapat berjalan optimal.
“JIIPE memiliki kawasan industri yang sangat strategis dan terus berkembang. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, aparat serta seluruh stakeholder untuk memastikan ekosistem industri dan investasi tetap kondusif, aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur JIIPE Bambang Sutiyono menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan investasi yang positif dan mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri dan pelabuhan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi semua pihak sehingga aktivitas industri dan operasional pelabuhan di kawasan JIIPE dapat berjalan dengan baik. Kami berharap JIIPE terus menjadi kawasan industri strategis yang mampu menarik investasi, memperkuat industri nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan kawasan industri modern, berdaya saing global, dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (ivan)