Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Racitengah itu nantinya menjadi pusat pendidikan terpadu berbasis asrama dengan jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA. Selain fasilitas belajar, sekolah tersebut juga dilengkapi asrama dan berbagai sarana pendukung lain untuk menunjang kenyamanan siswa selama menempuh pendidikan.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gresik juga tengah melakukan identifikasi calon siswa yang akan diterima pada tahun ajaran pertama. Menurut Gus Yani, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum karena diperuntukkan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu berdasarkan data desil sosial ekonomi.
“Sedang kita identifikasi murid sesuai desil. Karena Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, semuanya dari masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Meski pembangunan utama Sekolah Rakyat menggunakan anggaran APBN, Pemkab Gresik tetap menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang melalui APBD. Dukungan tersebut meliputi akses jalan menuju sekolah hingga penyediaan air bersih.
“Ada infrastruktur yang tidak dicover APBN, seperti jalan di luar kawasan, akses menuju sekolah termasuk perawatan air bersih ini juga dari sharing APBD,” tegasnya.