GRESIK, PustakaJC.co – Pembangunan Gedung Permanen Sekolah Rakyat (SR) di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, capaian pembangunan fisik sekolah tersebut telah mencapai 58 persen.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau langsung progres pembangunan sekolah, Rabu, (20/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Gus Yani melihat langsung pengerjaan sejumlah fasilitas utama yang dipersiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2026/2027. Beberapa fasilitas yang terus dikebut di antaranya ruang kelas, asrama siswa, sarana penunjang pendidikan, hingga infrastruktur dasar. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (22/5/2026).
“Hari ini kami bersama Forkopimda berkunjung ke Sekolah Rakyat. Kami Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih kepada Presiden dalam mewujudkan Sekolah Rakyat di Gresik ini,” ujar Gus Yani.
Ia optimistis pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat dapat rampung sesuai target pemerintah pusat pada Juni 2026. Setelah pembangunan selesai, sekolah tersebut dijadwalkan mulai menerima siswa baru pada Juli mendatang.
“InsyaAllah nanti selesai di bulan Juni, dan bulan Juli akan ada masuk siswa mulai dari SD, SMP dan SMA. Sekolah rakyat yang rintisan akan digabungkan di sini,” tuturnya.
Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Racitengah itu nantinya menjadi pusat pendidikan terpadu berbasis asrama dengan jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA. Selain fasilitas belajar, sekolah tersebut juga dilengkapi asrama dan berbagai sarana pendukung lain untuk menunjang kenyamanan siswa selama menempuh pendidikan.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gresik juga tengah melakukan identifikasi calon siswa yang akan diterima pada tahun ajaran pertama. Menurut Gus Yani, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum karena diperuntukkan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu berdasarkan data desil sosial ekonomi.
“Sedang kita identifikasi murid sesuai desil. Karena Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, semuanya dari masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Meski pembangunan utama Sekolah Rakyat menggunakan anggaran APBN, Pemkab Gresik tetap menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang melalui APBD. Dukungan tersebut meliputi akses jalan menuju sekolah hingga penyediaan air bersih.
“Ada infrastruktur yang tidak dicover APBN, seperti jalan di luar kawasan, akses menuju sekolah termasuk perawatan air bersih ini juga dari sharing APBD,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Ia menyebut batas akhir penyelesaian proyek ditargetkan pada 20 Juni 2026 agar sekolah siap digunakan untuk menerima siswa baru pada Juli mendatang.
“20 Juni itu deadline dari Pak Presiden harus sudah jadi. Karena Juli sudah menerima siswa,” pungkasnya. (ivan)