Kelas Akting Anak Gresik Jadi Wadah Cetak Aktor Masa Depan

gresik | 05 Juni 2026 08:23

Kelas Akting Anak Gresik Jadi Wadah Cetak Aktor Masa Depan
kelas akting khusus anak usia dini di Gresik bernama Cinea Children’s Acting Class. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Dunia seni peran di Kabupaten Gresik kini memiliki ruang baru bagi anak-anak usia dini untuk mengembangkan bakat akting secara lebih terarah. Melalui program Cinea Children’s Acting Class di bawah naungan Nyala Jingga Production, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi mulai ditempa menjadi aktor masa depan.

 

Program yang mulai berjalan sejak Februari 2026 ini digagas oleh Vicky Firmansyah sebagai upaya regenerasi pelaku seni peran di daerah. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (5/6/2026)

 

“Pembinaan harus dimulai dari kecil agar ke depan ada generasi yang siap menggantikan aktor-aktor yang sudah ada,” ujarnya, Kamis, (4/6/2026).

 

 

 

Ia menambahkan, kebutuhan aktor lokal dalam industri perfilman terus berkembang, sehingga pelatihan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menyiapkan talenta baru.

 

Kelas akting ini dirancang layaknya kegiatan ekstrakurikuler agar anak-anak dapat belajar dalam suasana santai dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan setiap Minggu pukul 13.00–16.00 WIB di Cafe Banyu Langit Rustic.

 

Dalam proses pembelajaran, peserta tidak hanya dikenalkan pada teknik dasar akting, tetapi juga dunia produksi film, mulai dari ekspresi wajah, pembentukan karakter, hingga dasar penyutradaraan.

 

“Anak-anak kami latih untuk berani berekspresi, dari ekspresi sederhana sampai kompleks. Yang paling penting adalah rasa percaya diri,” jelas Vicky.

 

 

Saat ini, kelas tersebut diikuti sembilan anak dari beberapa sekolah dasar di Gresik, seperti SD Muhammadiyah Gresik dan SD Irada.

 

Meski masih terbatas, penyelenggara berencana memperluas jangkauan melalui program roadshow ke sekolah-sekolah di Gresik untuk mengenalkan dunia perfilman secara langsung kepada siswa.

 

Program ini tidak hanya berupa pembelajaran teori. Peserta juga akan mengikuti evaluasi berkala. Setelah empat bulan, akan digelar ujian tengah program bertajuk Stich Up, sedangkan ujian akhir dilakukan setelah tujuh bulan dalam bentuk produksi film pendek.

 

Saat ini, pihak penyelenggara juga tengah menyiapkan film anak berjudul “Aku Ingin Melihat Pelangi” sebagai media praktik langsung.

 

Iuran peserta sebesar Rp75 ribu per bulan juga digunakan untuk mendukung proses produksi film yang melibatkan para siswa.

 

 

Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya aktor-aktor muda berbakat dari Gresik, sekaligus memperkuat keterlibatan talenta lokal dalam industri perfilman nasional.

 

Salah satu peserta, Asyifa Nayla Putri Fitriyah, siswi kelas 5 SD Irada, mengaku senang mengikuti kelas tersebut dan memiliki cita-cita menjadi aktris profesional.

 

“Yang paling sulit menurut saya akting marah, tapi saya ingin terus belajar,” ungkapnya.

 

Dengan adanya kelas ini, anak-anak Gresik kini memiliki ruang baru untuk mengembangkan bakat—bukan sekadar bermain, tetapi mulai ditempa menjadi aktor masa depan. (ivan)