Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun kolaborasi dengan berbagai perusahaan BUMN maupun swasta untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak.
Berbagai kebijakan yang didorong antara lain pemenuhan hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga penerapan kebijakan kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan.
“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Yani.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan berbagai program perusahaan yang mendukung pekerja perempuan. Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993 dan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh keluarga karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar.
Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri PPPA turut meninjau langsung TPA Masmundari dan berdialog dengan para pengguna layanan. Salah seorang pengemudi ojek online mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tersebut karena dapat bekerja dengan lebih tenang.
“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” tuturnya.
Menutup kunjungan, Menteri Arifah berharap sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha terus diperkuat demi menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (nov)