Gresik Masuk Tiga Besar Nasional Indeks Perlindungan Anak, Menteri PPPA Beri Apresiasi

gresik | 24 Juni 2026 09:52

Gresik Masuk Tiga Besar Nasional Indeks Perlindungan Anak, Menteri PPPA Beri Apresiasi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, saat kunjungan kerja di Gresik.

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Gresik mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, atas komitmennya dalam mewujudkan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menteri PPPA di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendukung berbagai program perlindungan perempuan serta pemenuhan hak anak.

Menteri PPPA disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, jajaran Forkopimda, serta manajemen PT Petrokimia Gresik.

Dalam kesempatan itu, Arifah memberikan penghargaan atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi.

Tak hanya itu, Gresik juga mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional pada Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), sekaligus menjadi yang terbaik di Jawa Timur.

“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Menteri Arifah.

Ia juga menyoroti sejumlah langkah nyata yang dilakukan Pemkab Gresik dalam melindungi kelompok rentan, salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan, termasuk pengemudi ojek online dan pekerja harian.

Menurut Arifah, fasilitas tersebut menjadi bentuk dukungan konkret bagi perempuan yang harus tetap bekerja sambil memastikan kebutuhan pengasuhan anak terpenuhi.

Selain itu, perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia juga mendapat apresiasi karena dinilai membantu mengatasi berbagai persoalan terkait identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun kolaborasi dengan berbagai perusahaan BUMN maupun swasta untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak.

Berbagai kebijakan yang didorong antara lain pemenuhan hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga penerapan kebijakan kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan.

“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Yani.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan berbagai program perusahaan yang mendukung pekerja perempuan. Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993 dan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh keluarga karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri PPPA turut meninjau langsung TPA Masmundari dan berdialog dengan para pengguna layanan. Salah seorang pengemudi ojek online mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tersebut karena dapat bekerja dengan lebih tenang.

“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” tuturnya.

Menutup kunjungan, Menteri Arifah berharap sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha terus diperkuat demi menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (nov)