Target Sanitasi Aman Gresik Masih Rendah, Pemkab Genjot Akses Air Bersih dan Perbaikan Infrastruktur

gresik | 25 Juni 2026 18:08

Target Sanitasi Aman Gresik Masih Rendah, Pemkab Genjot Akses Air Bersih dan Perbaikan Infrastruktur
Target Sanitasi Aman Gresik Masih Rendah, Pemkab Genjot Akses Air Bersih dan Perbaikan Infrastruktur (dok memorandum).

Target Sanitasi Aman Gresik Masih Rendah, Pemkab Genjot Akses Air Bersih dan Perbaikan Infrastruktur

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat upaya pemenuhan akses air bersih dan sanitasi aman bagi masyarakat menyusul masih rendahnya capaian layanan sanitasi dibandingkan target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Langkah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka Forum Kabupaten Gresik Menuju Pemenuhan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Berkelanjutan Bagi Masyarakat, Kamis (25/6/2026).

Menurut Washil, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk memperluas layanan air bersih, salah satunya melalui pembangunan dua tandon air berkapasitas besar di Desa Sembayat dan Kecamatan Manyar.

Infrastruktur tersebut nantinya akan mendukung distribusi air bersih dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) ke sejumlah wilayah yang hingga kini masih membutuhkan layanan air bersih yang memadai.

"Anggarannya sudah kita susun. Mudah-mudahan proses pemenuhan akses air bersih ini berjalan lancar dan segera berdampak bagi desa-desa yang akan dialiri air dari Bendung Gerak Sembayat," ujar Washil.

Selain persoalan air bersih, Pemkab Gresik juga menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan sanitasi aman. Berdasarkan data yang disampaikan, capaian sanitasi aman saat ini baru mencapai 2,69 persen atau sekitar 11.787 rumah tangga.

Angka tersebut masih jauh dari target RPJMD 2025–2029 yang ditetapkan sebesar 23,41 persen.

Washil menjelaskan masih terdapat kesenjangan atau deviasi sebesar 20,72 persen yang harus dikejar dalam beberapa tahun ke depan.

"Ini angka yang sangat besar, sehingga proses pemenuhan sanitasi aman harus kita maksimalkan," katanya.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Pemkab Gresik mendorong Kecamatan Manyar dan Kecamatan Bungah menjadi wilayah percontohan atau pilot project penerapan sanitasi aman.

Menurutnya, masih ditemukan fenomena sanitasi tersamar, terutama di kawasan permukiman padat perkotaan. Kondisi tersebut terjadi ketika rumah tangga terlihat memiliki fasilitas sanitasi yang layak, namun belum dilengkapi septic tank sesuai standar kesehatan.

Bahkan, masih ditemukan pembuangan limbah rumah tangga secara langsung ke saluran terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Melalui penguatan infrastruktur air bersih dan perbaikan sistem sanitasi, Pemkab Gresik berharap kualitas kesehatan masyarakat meningkat sekaligus mendukung target pembangunan daerah yang berkelanjutan. (nov)