Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap volume ekspor terus meningkat dari satu menjadi lima kontainer dalam setiap pengiriman. Menurutnya, posisi strategis Gresik sebagai kawasan industri memungkinkan daerah tersebut menjadi pusat pengolahan berbagai komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Selain rajungan, pemerintah juga membuka peluang hilirisasi komoditas lain seperti kakao, kopra, maupun hasil perkebunan dari kawasan transmigrasi agar diolah di Gresik sebelum diekspor. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyatakan siap mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi bersertifikat bagi tenaga kerja industri pengolahan hasil perikanan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.