GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Gresik masih membuka penerimaan peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat (SR) jenjang SD. Dari total kuota 90 siswa, masih tersisa 30 kursi yang harus dipenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 15 Juli 2026.
Pemkab Gresik terus mempercepat proses penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Sementara kuota untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, penerimaan siswa SD masih menyisakan 30 kursi. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (3/7/2026).
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan 270 kuota siswa baru, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Untuk mengejar kekurangan kuota tersebut, Pemkab Gresik menggandeng seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik agar dapat mengusulkan anak-anak yang memenuhi persyaratan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan LKSA memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.
“Kami berharap LKSA yang sudah terakreditasi dapat ikut aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang terlewat dan anak-anak kita segera mendapatkan kesempatan belajar,” ujar Yani saat sosialisasi penjaringan calon peserta didik di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis, (2/7/2026).
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Karena itu, kami berharap kuota jenjang SD dapat segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik bisa memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh LKSA agar proses penjaringan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Selain mempersiapkan operasional tahun ajaran baru, Pemkab Gresik juga tengah membangun Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas tersebut nantinya akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA, melengkapi Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini telah beroperasi untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. (ivan)