Pemkab Gresik Kebut Perbaikan Kelas Rusak SMP Negeri

gresik | 10 Juli 2026 13:09

Pemkab Gresik Kebut Perbaikan Kelas Rusak SMP Negeri
Dispendik Gresik saat melakukan survey sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan dengan merehabilitasi puluhan ruang kelas SMP negeri yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 75 ruang kelas saat ini masuk tahap pengajuan maupun pelaksanaan rehabilitasi dengan target seluruh perbaikan tuntas pada 2027–2028.

 

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, terdapat 175 ruang kelas SMP negeri yang masuk kategori rusak berat. Dari jumlah tersebut, 60 ruang kelas telah selesai direhabilitasi melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (10/7/2026).

 

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dispendik Gresik, Muh. Khoirul Anam, mengatakan rehabilitasi terus dilakukan secara bertahap melalui pendanaan APBD Kabupaten Gresik dan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

 

“Sebanyak 60 ruang kelas sudah selesai direhabilitasi melalui program revitalisasi. Saat ini masih terdapat 75 ruang kelas yang sedang dalam proses pengajuan maupun pelaksanaan perbaikan melalui APBD dan bantuan revitalisasi pemerintah pusat,” ujarnya, Jumat, (10/7/2026).

 

 

 

Menurut Anam, sejumlah sekolah yang diusulkan menerima bantuan rehabilitasi antara lain SMPN 8 Driyorejo, SMPN 28 Balongmojo Benjeng, SMPN 17 GKB Manyar, SMPN 11 Dukun, SMPN 12 Wringinanom, SMPN 26 Wringinanom, dan SMPN 16 Kedamean.

 

Ia menjelaskan proses pengajuan bantuan revitalisasi masih menunggu pendataan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta pelaksanaan bimbingan teknis sebagai salah satu syarat yang ditetapkan pemerintah pusat.

 

Sementara itu, Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma menegaskan rehabilitasi ruang kelas menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

 

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat perbaikan tidak dapat dilakukan secara serentak. Hingga saat ini, sumber pembiayaan berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), APBD Kabupaten Gresik, dan program revitalisasi pemerintah pusat.

 

“Perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran. Yang terpenting, setiap tahun ada progres sehingga kondisi ruang kelas yang rusak berat dapat terus berkurang,” katanya.

 

 

Herawan menambahkan Pemkab Gresik menargetkan seluruh ruang kelas rusak berat dapat direhabilitasi paling lambat pada 2027 hingga 2028 sehingga seluruh siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

 

Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Gresik. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, memastikan pihaknya akan mengawal proses penganggaran agar kebutuhan rehabilitasi ruang kelas SMP negeri dapat segera terpenuhi.

 

“DPRD akan terus mengawal proses penganggaran agar kebutuhan perbaikan ruang kelas di SMP negeri dapat segera dipenuhi sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan seluruh siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya. (ivan)