Jadi Agenda Tahunan Rebo Wekasan Desa Suci Digelar 8–12 Agustus 2026

gresik | 19 Juli 2026 05:48

Jadi Agenda Tahunan Rebo Wekasan Desa Suci Digelar 8–12 Agustus 2026
Kirab Tumpeng Agung menjadi salah satu rangkaian utama Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali menjadi agenda tahunan yang akan digelar pada 8–12 Agustus 2026. Tradisi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ini akan menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan, budaya, Kirab Tumpeng Agung, hingga pasar rakyat yang diperkirakan menarik ribuan pengunjung.

 

Pemerintah Desa Suci bersama panitia pelaksana telah menyiapkan rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi tahunan tersebut. Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah Kirab Tumpeng Agung yang menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kekompakan warga Desa Suci. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (19/7/2026).

 

Sekretaris Desa Suci, Muhammad Miftach, mengatakan pelaksanaan Rebo Wekasan tahun ini secara umum tidak berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Seluruh pengurus RT dan RW diharapkan turut berperan aktif agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

 

“Pelaksanaan tahun ini kurang lebih sama seperti tahun lalu. Kami mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk berperan aktif, baik dalam membantu keamanan lingkungan, pengaturan pengalihan arus lalu lintas, maupun mengajak masyarakat ikut serta dalam Kirab Tumpeng Agung dan selamatan di Masjid Mamba’ut Tho’at,” ujarnya, Jumat, (17/7/2026).

 

 

Sebagai bagian dari tradisi, setiap RW diwajibkan membuat satu tumpeng kirab dengan tema dan bahan yang disesuaikan masing-masing wilayah. Seluruh tumpeng kemudian diarak dari Pendopo Balai Desa Suci menuju Masjid Mamba’ut Tho’at untuk mengikuti prosesi selamatan bersama.

 

Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan ziarah ke makam para sesepuh Desa Suci. Keesokan harinya, Minggu (9/8/2026), masyarakat menggelar khotmil Al-Qur’an secara serentak di seluruh masjid, musala, dan Pendopo Balai Desa sebagai bentuk doa bersama.

 

Pada Senin (10/8/2026), khotmil Al-Qur’an dipusatkan di Masjid Mamba’ut Tho’at sejak pagi hari. Malam harinya dilanjutkan dengan Kirab Tumpeng Agung yang bergerak dari Pendopo Balai Desa menuju Masjid Mamba’ut Tho’at dan menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan warga maupun pengunjung.

 

Puncak Rebo Wekasan berlangsung pada Selasa, (11/8/2026) dengan pembacaan rotib, Lailatul Sholawat, dan Hadrah Banjari hingga larut malam. Setelah itu, jamaah melaksanakan salat malam berjamaah di Masjid Mamba’ut Tho’at.

 

 

Selain kegiatan religi dan budaya, panitia juga menghadirkan pasar rakyat serta stan UMKM yang berlokasi di lapangan desa dan sepanjang Jalan KH Syafi’i. Kehadiran pasar rakyat setiap tahun menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat karena mampu meningkatkan aktivitas perdagangan selama pelaksanaan Rebo Wekasan.

 

Untuk mendukung kelancaran acara, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai Selasa (11/8/2026) pukul 14.00 WIB hingga Rabu (12/8/2026) pukul 14.00 WIB. Masyarakat diimbau menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.

 

Miftach menambahkan, setelah rangkaian Rebo Wekasan selesai, Pemerintah Desa Suci akan melanjutkan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

“Kami juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan HUT RI, mulai lomba mewarnai pada 2 Agustus, upacara bendera pada 17 Agustus, hingga turnamen futsal antar-RW yang berlangsung pada 18–31 Agustus 2026,” pungkasnya. (ivan)