Lima Kecamatan di Gresik Rawan Kekeringan BPBD Siapkan Air Bersih

gresik | 23 Juli 2026 07:51

Lima Kecamatan di Gresik Rawan Kekeringan BPBD Siapkan Air Bersih
Warga saat menerima bantuan air bersih di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Gresik mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026 dengan menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik juga menyiapkan armada distribusi air bersih untuk melayani masyarakat apabila terjadi krisis air di sejumlah wilayah, Rabu, (22/7/2026).

 

BPBD Gresik telah menyiapkan lima unit truk tangki air bersih sebagai langkah antisipasi jika masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, mengatakan status siaga darurat ditetapkan melalui Keputusan Bupati Gresik Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026 yang ditandatangani Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Di tingkat provinsi, BPBD Jawa Timur juga menetapkan status kedaruratan kekeringan di 16 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Gresik.

 

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, terdapat lima kecamatan yang memiliki potensi mengalami kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sidayu dan Panceng di kawasan utara, serta Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean di wilayah selatan.

 

“Kalau ada permintaan dari masyarakat, kami sudah menyiapkan lima unit truk tangki untuk mendistribusikan air bersih,” ujar Driatmiko.