Meski demikian, hingga saat ini BPBD Gresik belum menerima permohonan dropping air bersih dari masyarakat. Selama dua tahun terakhir, distribusi air bersih juga tidak dilakukan karena musim kemarau berlangsung relatif singkat sehingga kebutuhan air warga masih tercukupi.
“Dua tahun kemarin tidak sampai dilakukan, karena pasokan air bersih warga mungkin sudah cukup. Dua tahun sebelumnya, musim kemaraunya juga kan tidak lama,” katanya.
Namun, pada tahun-tahun sebelumnya BPBD Gresik beberapa kali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kalau sebelum dua tahun kemarin itu, kami menyalurkan ke wilayah-wilayah terdampak. Sebab tidak hanya sawah yang kekeringan, tapi ada warga yang sampai melapor belum mandi seminggu karena tidak ada air,” ungkapnya.