Selain mengandalkan armada milik BPBD, pemerintah juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penyediaan air bersih, khususnya di daerah yang belum terlayani jaringan Perumda Air Minum.
BPBD memperkirakan dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat pada Agustus 2026. Oleh karena itu, pemantauan kondisi cuaca terus dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kekeringan.
“Melihat kondisi yang diperkirakan, mungkin Bulan Agustus nanti dampak kemarau mulai terasa. Kami sebelumnya menyalurkan air bersih di Panceng, Benjeng, dan Balongpanggang. Tapi semoga saja musim kemarau tahun ini tidak sampai panjang seperti tahun sebelumnya,” pungkas Driatmiko. (ivan)