Bambang menambahkan, perusahaan berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kawasan industri. Karena itu, BKMS terus menjalin komunikasi dengan kelompok nelayan dan pemerintah desa agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Semaun, turut mengapresiasi kepedulian PT BKMS terhadap nelayan di wilayah Manyar dan Bungah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT BKMS yang telah mendaftarkan 250 nelayan di Manyar dan Bungah sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program ini sangat bermanfaat karena memberikan perlindungan kepada nelayan saat menjalankan pekerjaannya di laut yang memiliki risiko cukup tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Kalimireng, Isharul, mengaku perlindungan BPJS Ketenagakerjaan membuat para nelayan lebih tenang saat mencari nafkah di laut karena memiliki jaminan apabila terjadi risiko kerja.
“Profesi nelayan memiliki risiko yang tidak kecil. Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, kami merasa lebih tenang saat bekerja di laut karena ada perlindungan bagi kami dan keluarga. Kami juga mengapresiasi komunikasi yang selama ini terjalin dengan JIIPE sehingga masyarakat memiliki ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi,” ujarnya.