Deteksi Dini Mata Minus Anak Diperkuat di Gresik dan Lamongan

gresik | 12 Agustus 2026 18:52

Deteksi Dini Mata Minus Anak Diperkuat di Gresik dan Lamongan
Jajaran Eyelink Group bersama perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan sekolah mengikuti peluncuran gerakan sosial Vision Fest Myopia Care–Natamata di Gresik. (dok antara)

GRESIK, PustakaJC.co — Upaya mendeteksi gangguan penglihatan pada anak diperkuat melalui program Vision Fest Myopia Care–Natamata yang melibatkan 15 sekolah di Kabupaten Gresik dan Lamongan, Selasa, (12/8/2026).

 

Program tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan mata sejak usia sekolah sekaligus memperkuat edukasi dan pengendalian mata minus atau miopia pada anak. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (12/8/2026).

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Puspitasari Wardani mengatakan peningkatan kasus miopia pada anak menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama.

 

“Kami mengapresiasi penguatan gerakan deteksi dini gangguan penglihatan di lingkungan sekolah. Upaya ini penting untuk memperkuat edukasi, pemeriksaan mata, dan pencegahan sejak dini,” ujarnya.

 

 

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dirujuk Kementerian Kesehatan, prevalensi gangguan refraksi pada anak meningkat dari sekitar 26 persen pada 2013 menjadi 40 persen pada 2023.

 

Melalui program tersebut, siswa dari 15 sekolah di Gresik dan Lamongan mendapatkan edukasi mengenai kesehatan mata serta pemeriksaan penglihatan.

 

Presiden Direktur Eyelink Group M. Rusli mengatakan penglihatan yang optimal menjadi salah satu fondasi penting bagi anak dalam proses belajar dan perkembangan.

 

Menurutnya, perhatian terhadap miopia tidak hanya sebatas mengetahui jumlah kasus, tetapi juga bagaimana mencegah pertumbuhannya melalui pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

“Yang perlu menjadi perhatian bukan hanya jumlah kasusnya, tetapi juga bagaimana menekan pertumbuhan mata minus pada anak melalui pemeriksaan dan penanganan yang tepat,” katanya.

 

 

Sementara itu, Direktur Optik Natamata Muhammad Rijaal Alhaq menilai keterlibatan orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah diperlukan untuk membangun kesadaran pemeriksaan mata anak secara berkala.

 

Program Vision Fest Myopia Care–Natamata selanjutnya akan dilanjutkan melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata di sejumlah sekolah.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses deteksi dini gangguan penglihatan sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan mata anak di Gresik dan Lamongan. (ivan)