Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk rehabilitasi keenam pasar tersebut. Dari total anggaran itu, sekitar Rp600 juta dialokasikan khusus untuk penanganan Pasar Dukun.
Sebelumnya, Komisi II DPRD Gresik juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas yang tersedia. Hasilnya, beberapa pasar dinilai membutuhkan penanganan segera.
“Pasar Gresik ini banyak yang bocor, ada yang jebol dan kurang terawat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ungkap Kurdi.
Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, pembenahan pasar tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kenyamanan pedagang dan masyarakat.